SA’I

Rabu, 16 Januari 2013



SA’I     
Sa’i menurut bahasa berarti usaha sedangkan dalam ilmu fiqih sa’i berarti berjalan diantara bukit shafa dan bukit marwah.Sa’i merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan yang ada didalam ibadah haji maupun ibadah umroh.Dan sa’i sendiri merupakan rukun yang harus dilakukan bila tidak melakukan maka menjadi tidak sah ibadah haji maupun umroh itu.Sa’i dilakukan setelah menjalani ibadah thowaf baik thowaf umroh maupun thowaf ifadhoh.Dan sa’i dapat dilakukan dalam keadaan tidak mempunyai wudhu maupun dalam keadaan haid atau nifas.   
Sebelum melakukan ibadah sa’i seharusnya para jama’ah sudah mengetahui dan memahami sejarah dari sa’i supaya ibadah yang akan mereka lakukan bisa menjadi lebih khusyu’.Memahami sejarah sa’i dilakukan dengan tujuan agar para jama’ah mengerti untuk apa mereka melakukan ibadah sa’i ,bukan semata-mata hanya untuk mengikuti para jama’ah yang lain melainkan melakukan ibadah untuk dirinya sendiri.Dan didalam ibadah sa’i sendiri terkandung makna yang berarti untuk memohon pertolongan kepada Alloh dan memohon ampunan dari segala perbuatan dosa. Dan sa’i sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi  tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan dan taqwa kepada Alloh SWT.
Sejarah sa’i itu sendiri dapat dilihat  dari cerita perjalan istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar.Beliau yang ketika itu ditinggal oleh Nabi Ibrahim sedang mencari air minum untuk anaknya yaitu Nabi Ismail yang sedang kehausan.Ibu Hajar sendiri sudah berusaha mencari air.Dia berlari menaiki dan menuruni bukit shafa dan marwah.Kemudian ibu Hajar berdiri diatas bukit marwah namun tidak ada seorangpun disana.Dia melakukan itu berulang-ulang sampai 7 kali.Maka dari itu orang-orang yang sedang melaksanakan haji atau umroh di suruh melakukan sa’i diantara keduanya.Sesungguhnya shafa dan marwah ialah sebagian dari syiar Alloh.Dan sa’i sendiri sesungguhnya memberi isyarat tentang arti perjuangan dalam hidup yang pantang menyerah karena hidup ini harus dijalani dengan usaha yang keras dalam menghadapi semua tantangan dan menghadapi  tantangan itu sendiri harus dengan kesabaran,ketabahan dan taqwa kepada Alloh SWT.
 Syarat melakukan ibadah sa’i terdiri :
1.       Dilakukan setelah ibadah thowaf.bila sa’i dilakukan sebelum thowaf maka sa’inya dianggap tidak sah dan harus mengulang.
2.       Melakukan sa’i antara shafa dan marwah harus sekaligus tidak boleh ada jeda ataupun istirahat kecuali untuk berdoa.
3.       Ibadah sa’i harus dilakukan sebanyak 7 kali atau 7 putaran jika tidak maka ibadah sa’inya menjadi tidak sah.

Sunnah sa’i diantaranya terdiri dari :
1.       Naik ke bukit shafa dan marwah kemudian menghadap kearah ka’bah
2.       Banyak membaca doa’ dan berdzikir terlebih ketika berada diantara bukit shafa dan marwah
3.       Dalam menjalani ibadah sa’i disunnahkan dalam keadaan suci.jika tidak memungkinkan untuk bersuci itu tidak masalah sa’inya tetap sah namun akan mengurangi pahala
4.       Ibadah sa’i dilakukan dengan cara al-khabab yaitu dengan cara berjalan cepat atau berlari-lari kecil jika mampu dan berjalan biasa bagi yang tidak mampu.
5.       Menjauhkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan dan tidak menjauhkan diri dari perkataan dosa
6.       Ketika melaksanakan ibadah sa’i tidak diperbolehkan menyakiti siapa pun baik menyakiti dengan perkataan maupun perbuatan


   Untuk lebih jelasnya silahkan klik disini

0 komentar:

Design of Open Media | To Blogger by Blog and Web